CANDI PLAOSAN

seperti sebuah candi kembar

Keluarga Arkeologi UGM 2011

Foto seluruh anggota keluarga Arkeologi UGM angkatan 2011

CANDI BARONG

orang menyebut siwa plateau

CANDI BARONG

siwa plateau

Selasa, 02 Oktober 2012

CANDI SAMBISARI : tempat pertama terbentuknya AA (3 Oktober 2011)

Sudah lama blog ini tidak terupdate, karena tim AA sudah jarang bermain bersama lagi. Tetapi saya akan mencoba menghidupkan blog ini lagi. Pada posting kali ini, saya akan mengingatkan awal mulanya terbentuknya AA.

Tanggal 3 Oktober 2011 lalu, saya, ajik, simbah, icul, hari, haris berencana main ke Candi Gebang dan mengajak teman - teman yang lain, tetapi karena kebanyakan belum selesai mengerjakan tugas, teman - teman yang lain tidak ikut. Karena Candi Gebang letaknya di dekat rumah hari, kami ammpir kesana dahulu. Ternyata setelah sampai di sekitar Candi Gebang, jalan lagi dperbaiki, dan tidak ada akses menuju Candi Gebang, Akhirnya kami memutuskan ke Candi Sambisari. Di dalam perjalanan menuju Sambisari, icul pamit mau pulang karena ada acara, akhirnya kami berlima yang menuju Sambisari.

Akhirnya, tanggal 3 Oktober sebagai awal berkumpulnya tim AA ditetapkan menjadi tanggal terbentuknya tim AA. Besok tim AA sudah genap 1 tahun, semoga kedepan bisa sering - sering bermain ke tempat cagar budaya bersama - sama lagi.

Minggu, 01 Juli 2012

Goa Rancang Kencono : goa 3 masa

pohon tua di mulut goa

Pertengahan bulan Juni kemarin, saya bersama BOL BRUTU melakukan blusukan ke beberapa tempat bersejarah di Gunungkidul, salah satunya di goa Rancang Kencono yang terletak di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunung Kidul. Kabarnya, goa rancang kencono merupakan goa yang yang masuk kedalam 3 zaman pembagian sejarah di Indonesia, yaitu prasejarah, klasik & perjuangan/kolonial.

  stalaktit

Bila dimulut goa mata kita sudah disuguhi pohon yang cukup tua, maka begitu masuk goa kita disuguhi stalaktit - stalaktit yang menghiasi atap goa. Dbawah stalaktit - stalaktit tersebut, terdapat sebuah ruangan yang cukup lebar dengan tanah sebagai alasnya. Menurut kabarnya, ditempat ini pernah ada kehidupan sejak masa prasejarah dengan temuan - temuan artefak berupa fosil.

arca nandi

Semakin masuk kedalam goa,  ruangan semakin menyempit dan pada batasan ruangan terdapat sebuah arca nandi yang diletakkan di dekat tangga. Lalu masuk ruangan goa berikutnya terdapat seperti lapik arca, selain lapik arca di ruangan ini juga terdapat sebuah batuan yang dapat mengkilap dengan jumlah yang sedikit dan masih menempel didinding goa. Keberadaan arca nandi inilah yang menjadi sumber bahwa goa ini juga masuk dalam masa klasik, tetapi ada kemungkinan arca tersebut memnag dari goa rancang karena sumberdaya batuan melimpah, tetapi bisa saja arca itu sudah tidak insitu.

lapik arca??
 
Semakin masuk kedalam perut goa, jalannya semakin sempit dan harus merangkak serta melepaskan tas punggung untuk memasukinya walaupun ruangan didalamnya cukup lebar. Diruangan inilah yang menjadi bukti masa perjuangan / kolonial serta menjadi penamaan goa. Ceritanya dalam masa kolonial dahulu, ada beberapa pejuan yang menyelamatkan diri ke goa ini untuk berlindung serta menyusun rencana untuk melawan musuh, sehingga goa ini disebut goa Rancang Kencono.(win)
foto : windu

HIDUPKU PETUALANGANKU, BUDAYAKU BUDAYA NEGERI KITA

Rabu, 27 Juni 2012

tips tips jitu menaikan page rank anda

mau naikin page rank dengan mudah?
sebenarnya g ada cara yang mudah, namun tak ada cara yang sulit..

loh? kok bisa gitu ya?

hehe, sebenarnya tergantung keuletan dan kemauan kita untuk menaikan page rank (biar bisa dapet duit secara online)...
nah, berikut ada beberapa cara untuk meningkatkan page rank kita , antara lain :


blog di daftarkan ke Web Master Tools
berfungsi untuk menghubungkan blog kita ke google, otomatis jika kita mendaftar di Web Master Tool maka kita menjadi bagian dari Google, tidak hanya itu tips ini juga salah satu cara agar blog kita cepat di Index.
Fungsi lainnya yaitu

Sabtu, 23 Juni 2012

Benteng Baluwerti Kotagede : masih tersisa sedikit di selatan watu gilang

papan penanda situs

Dalam konsep pertahanan kerajaan Islam, ada 2 buah benteng yang mengelilingi pusat kerajaan atau tempat tnggal sang raja, yatu benteng cepuri dan benteng baluwerti. Benteng cepuri merupakan sebuah benteng yang menjadi pelindung kerajaan bagai adalam atau letaknya berada didalam komples kerajaan, sedangkan benteng baluwerti berada pada sisi paling luar.

Benteng baluwerti Kotagede misalnya yang sisa masih dapat kita jumpai di selatan watu gliang ini merupakan bukti nyata batas pusat kerajaan Matara Islam. Karena posisi benteng ini merupakan benteng sebelah selatan, maka tepat diselatan benteng baluwerti mash dapat kita jumpai juga bekas parit yang mengitari sisi luar benteng. Untuk mengetahui dimana bekas - bekas parit yang mengitari benteng baluwerti, smak terus blog ini ya ^^

sisa - sisa benteng

Benteng yang dahulu mengelilingi pusat kerajaan Mataram Islam ini kini hanya tersisa sedikit, di situs ini sisa panjangnya tidak sampai 100 meter dan tingginya tang tersisa tidak sampai 1 meter, berbeda dengan benteng cepuri yang tingginya masih sampai 2 meter lebih walau itu hanya di bekas Raden Ronggo saat dilempar oleh Panembahan Senopati.

Tepat disebelah selatan benteng baluwerti terdapat sebuah komplek makam, dan salah satu jenazah yang dimakamkan di pemakaman tersebut sepertinya ada yang dar keluarga atau kerabat kerajaan karena cuma ada satu nisa yang diberi cungkup serta dipagar.(win)
foto : windu

HIDUPKU PETUALANGANKU, BUDAYAKU BUDAYA NEGERI KITA

Jumat, 15 Juni 2012

Desas - Desus Candi di dalam air

landscape sekitar lokasi

Gunung Kidul merupakan salah satu tempat yang berpotensi tinggi dengan temuan - temuan arkeologinya terutama peninggalan Prasejarah, tetapi masa Hindu - Budha, Islam juga cukup banyak ditemukan di Kabupaten ini. Dan di Gunung Kidul juga dilintasi sebuah sungai yang mengalir sampai ke Bantul dengan airnya yang berwarna hijau yang terkenal dengan nama sungai Oyo. Aliran sungai ini melintas di salah satu desa wsata yaitu Desa Wisata Jelok, Patuk, Gunung Kidul. Menurut penuturan warga sekitar, di aliran sungai Oyo yang melintas di Jelok ada candinya! Akupun penasaran dengan keberadaan candi tersebut dan mencoba menyusurinya. Dengan ditemani beberapa teman dengan sedikit bertanya kepada warga sekitar, akhirnya saya dan teman - teman berhasil menemukan lokasi yang kabarnya ada candinya, tap sayangnya letaknya berada ditepian seberang.

Menurut warga yang sempat ditanyai oleh temanku, katanya dahulu ada semacam batuan bertumpuk yang membentuk mulut goa dan menyerupai pintu masuk ke candi. Letaknya berada di tepi sungai, jadi bila ada orang yang mandi disekitar tkp bisa masuk ke tempat yang dikabarkan candi dengan cara berenang. Tetapi lama - kelamaan karena tergerus air, maka yang dikbarkan candi tersebut rubuh dan seluruh batuannya masuk kedalam air.

batauan tepi sungai, kabarnya batuan candi

Karena poss kami berada diseberang dan tidak mungkin menuju tkp saat itu, maka kami memutuskan untuk melihatnya dari kejauhan. Letak batuan yang kabarnya batu candi tersebut saat ini tepat berada ditepi sungai karena kondisi saat ini adalah musim kemarau.

Bila saya amati dari kejauhan, batuan - batuan tersebut memang berbentuk seperti batuan candi. Dan bila dilihat dari konsep pembuatan candi, memang candi dibuat didekat air, candi juga menghadap ke arah barat atau timur dan yang dikabarkan candi tersebut juga menghadap kearah barat.

Jadi, belum bisa dipastikan apakah itu benar candi atau bukan walaupun sudah ada dua buah konsep candi yang terbukti karena belum menuju ke tkp secara langsung (baru melihat dari kejauhan). Dan tunggu petualangan kami selanjutnya tentang desas - desus candi didalam air ini ya.(win)
foto : windu

HIDUPKU PETUALANGANKU, BUDAYAKU BUDAYA NEGERI KITA

Jumat, 08 Juni 2012

SITUS GRAJEGAN : dari bata merah di Sayegan

situs grajegan, 7 Juni 2012
 
Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang sebuah situs yang terbuat dari bata merah yang terletak di Grajegan, Margokaton, Sayegan, Sleman yang dahulu pada ahir tahun 2011 pernah di ekskavasi dengan menemukan beberapa buah arca.

situs grajegan, 31 Okt 2011
 
Situs ini terletak di sawah tepat pinggir jalan di selatan kampung Grajegan. Sebenarnya, situs ini sudah ada sejak lama dan belum sempat di ekskavasi saja.

temuan arca di situs grajegan
 
Bata yang di temukan di tkp tersebar walaupun lokasinya saling berdekatan, tetapi ada setumpuk bata yang bisa dibilang masih utuh bentuknya dan kondisinya sekarang seperti kubangan (gambar situs grajegan, 7 Juni 2012) . Walaupin informasi saat itu belum dapat mempredikskan situs grajegan adalah bangunan apa, tetap dapat di intepretasikan bahwa situs ini kemungkinan besar adalah tinggalan dari masa klasik dengan bukti temuan arca, antefik, selain itu ada batu bata merah yang berbentuk bulat.(win)
foto : windu

NB : foto - foto ekskavasi situs grajegan dapat dilihat di : http://www.mwinduphotographandcyclist.co.cc/2011/10/ekskavasi-situs-grajegan.html

HIDUPKU PETUALANGANKU, BUDAYAKU BUDAYA NEGERI KITA

Selasa, 29 Mei 2012

Ekspedisi "LIMA SETENGAH" ke Magelang

Ekspedisi lima setengah aku beri nama untuk ekspedsi pada hari itu, hari sabtu tanggal 28 Januari 2012. Berawal dari pagi hari saat aku dan Hari akan berangkat ke daerah Berbah yang tiba - tiba berbelok arah ke Magelang. Lalu kami memberitahu Rico jadinya mau pergi ke Magelang dan dia bilang akan nyusul, ahirnya kami menunggu di stadion Maguwo. Jam setengah sembilan pagi kami berangkat dan sekitar pukul sepuluh kurang kami sudah tiba disebuah candi.


Candi Mendut tepatnya yang menjadi tujuan kami saat pembicaraan sebelum berangkat, candi ini merupakan candi yang beragama Budha, dan didalam candi masih terdapat arca Budha yang besar - besar dan digunankan saat hari raya waisyak. Setelah puas menjelajahi candi ini kami melanjutkan perjalanan berikutnya.


Tiket cand mendut ternyata satu paket dengan candi pawon dan akhirnya kami menuju ke sana. Dan seperti itulah gambar candi pawon dari luar pagar.


Aku mencoba mempengaruhi Hari & Rico untuk masuik ke borobudur, tapi karena semua in tanpa rencana kami bertiga belum siap & matahari saat itu sudah berada di tengah. Akhirnya aku ajak mereka menuju arah stumbu yang dari jalan tersebut bisa melihat borobudur. Tetapi foto yang saya tampilkan diatas bukanlah foto dari arah stumbu, melainkan foto dari sudut tenggara kaki borobudur tempat dimana sebagian relief karmawibhangga ditampakkan.

Karena sudah masuk waktu untuk makan siang, aku ajak mereka berdua makan di warung soto tempat basa aku makan saat pulang dari daerah sana. Lalu disana kami berdiskusi untuk pergi ke candi Losari.


Seingatku ancer - ancer untuk menuju candi losari adalah satu kilo dari batas provinsi DIY - Jateng, tapi kami bertiga kebingunangan untuk mencari lokasinya. Akhirnya kami bertanya dan melihat plang menuju candi Losari, karena saat sampai TKP kondsi hujan cukup deras, maka kami menuju ke tempat tinggal Pak Badri yang memiliki kubun salak di lokasi penemuan candi.


Waktu sudah semakin sore, lalu kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan. Selanjutnya ke Candi Gunungsari yang arahnya berbalik lagi menuju Muntilan. Jalur tracking untuk menuju candi ni ada dua dan kami memilh jalur yang lebih enak dengan start tangga cor - coran yang berada di samping makam diatas Mushola.

 
Dan yang terakhr adalah Candi Gunungwukir atau yang dikenal dengan Candi Canggal yang juga berada dipuncak bukit / gunung. Candi ini cukup terkenal dengan prasasti Canggalnya yang berangka tahun 654 Saka.


Sekitar pukul 17.00 kami sudah turun dari Gunungwukr dan segera kembali ke rumah masing - masing, sebelumnya ada sebuah foto saat kami bergambar bersama di candi Mendut :)
(win)
foto : windu

 HIDUPKU PETUALANGANKU, BUDAYAKU BUDAYA NEGERI KITA